Wednesday, November 5, 2014

Cerpen Inspiratif Ber-alur Absurd Untuk Anak

“Berkah”
Pada suatu hari, ada seorang bapak yang bernama Agus. Agus menikah dengan Lisa dan melahirkan 2 anak bernama Rian dan Utha. Agus adalah seorang direktur di suatu perusahaan besar yang bergerak dalam bidang perminyakan. Agus dan keluarganya yang kaya raya sangat suka menggunakan uangnya untuk ber voya-voya. Rian dan Utha yang suka mengunjungi tempat-tempat maksiat. Lisa istri Agus sering menggunakan uangnya untuk membeli barang-barang yang tidak berguna seperti perhiasan yang berlebihan, arisan, dll.

Tiba-tiba seminggu kemudian proyek Agus gagal dan dia mengalami kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu ia hars membayar sebanyak tiga milyar rupiah. Agus tidak sanggup membayarnya. Sehingga dia dan keluarganya terpaksa untuk lari keluar kota untuk menghindari pengejar hutang. Dan mereka hidup miskin.

Mereka pindah dari Jakarta ke Semarang. Mereka membeli rumah yang sederhana dengan uang yang tersisa. Lisa memulai kehidupannya di Semarang dengan menjual Bakso. Bakso Lisa cukup digemari masyarakat. Pada perjalanan keliling Lisa dan Agus yang menjual bakso, tiba-tiba ada segerombolan perampok yang tertarik untuk menjambret perhiasan yang di kenakan Lisa. Akhirnya perhiasan Lisa ludes dirampas.

Pada suatu hari, ada seorang direktur dari perusahaan listrik di Semarang yang tertarik untuk membeli semangkuk bakso buatan Lisa dan Agus. Orang tersebut bernama yudha. Yudha sangat suka bakso yang dibuat oleh Lisa dan Agus. Hampir setiap hari Agus dan Lisa lewat kantornya dan dia membeli baksonya. Akhirnya Yudha tertarik untuk membuatkan ruko untuk usaha bakso Lisa dan Agus.

Usaha yang dibuatkan oleh Yudha ini sukses. Agus dan Lisa menghasilkan uang yang banyak. Akhirnya agus dan Lisa dapat hidup dengan uang yang banyak setelah membuka 30 cabang yang tersebar diseluruh Indonesia. Agus sangat berterimakasih kepada Yudha yang telah memberinya jalan untuk sukses kembali. Takdir yang telah mempertemukan keluarga Agus dengan Yudha. Dan akhirnya Rian dan Utha taubat dan menggunakan uangnya dengan seperlu-perlunya dan tidak kembali ke tempat maksiat.

‘Sebuah cerpen inspiratif untuk anak usia 8-15 tahun, dengan tujuan memberi pelajaran akan pentingnya bersyukur, menggunakan rizqi dengan baik dan pentingnya berbagi melalui pendekatan naratif dengan alur dan konflik yang absurd’

Oleh
Andritto Abdul Ghaffar

12A

15 comments:

  1. Cerpen yang dibuat oleh tito cukup baik, dan kata - kata nya mudah untuk dipahami untuk anak - anak - Winona willy

    ReplyDelete
  2. Cerita yang mendidik kita agar tidak berfoya-foya, sekaligus mendidik kita agar tidak mudah putus asa dan bekerja keras. Cerpen ini sangat baik untuk anak anak zaman sekarang. -Farhan Sandika S

    ReplyDelete
  3. Cerita yang menyedihkan tetapi sarat akan moral dan pelajaran bagi kehidupan kita. Selalu bersyukur atas apa yang sudah kita dapat dan jangan lupa selalu berterima kasih kepada Tuhan YME. - Capt. Rio Harlan

    ReplyDelete
  4. Alurnya cukup absurd karena konfliknya naik-turun -Almas Asfirza

    ReplyDelete
  5. Ceritanya mudah di mengerti, konfliknya juga tidak terduga - Tegara Hadinata

    ReplyDelete
  6. Luar biasa! Ceritanya pas untuk anak usia 8-15 tahun -Rafi Radifan

    ReplyDelete
  7. Seru seru seru.. Ceritanya aneh tapi bisa dinikmati -Keviano Bobby

    ReplyDelete
  8. Ceritanya bagus dan kata-katanya cocok untuk anak-anak -Pasha Yusuf

    ReplyDelete
  9. Cocok untuk dibaca para pemuda penikmat cerpen -Adiguna Palinrungi

    ReplyDelete
  10. Konfilknya absurd karena bertubu-tubi -Wima Wiputra

    ReplyDelete
  11. Konfliknya seru, tidak ada habisnya! -Ivan Putra

    ReplyDelete
  12. Dapat menginspirasi pembaca -Mazebah Siahaan

    ReplyDelete
  13. Konfliknya membuat pembaca tidak bosan -Felula Desfealucy

    ReplyDelete
  14. Cerita yang ditulis oleh tito menunjukan unsur absurd melalui plot ceritanya dan mudah dibaca -Citta Pramono

    ReplyDelete
  15. Ceritanya sangat mudah dimengerti walaupun konfliknya banyak -Stanislaus Krisna

    ReplyDelete