“Berkah”
Pada
suatu hari, ada seorang bapak yang bernama Agus. Agus menikah dengan Lisa dan
melahirkan 2 anak bernama Rian dan Utha. Agus adalah seorang direktur di suatu
perusahaan besar yang bergerak dalam bidang perminyakan. Agus dan keluarganya
yang kaya raya sangat suka menggunakan uangnya untuk ber voya-voya. Rian dan
Utha yang suka mengunjungi tempat-tempat maksiat. Lisa istri Agus sering
menggunakan uangnya untuk membeli barang-barang yang tidak berguna seperti
perhiasan yang berlebihan, arisan, dll.
Tiba-tiba
seminggu kemudian proyek Agus gagal dan dia mengalami kerugian yang sangat
besar. Oleh karena itu ia hars membayar sebanyak tiga milyar rupiah. Agus tidak
sanggup membayarnya. Sehingga dia dan keluarganya terpaksa untuk lari keluar
kota untuk menghindari pengejar hutang. Dan mereka hidup miskin.
Mereka
pindah dari Jakarta ke Semarang. Mereka membeli rumah yang sederhana dengan
uang yang tersisa. Lisa memulai kehidupannya di Semarang dengan menjual Bakso.
Bakso Lisa cukup digemari masyarakat. Pada perjalanan keliling Lisa dan Agus
yang menjual bakso, tiba-tiba ada segerombolan perampok yang tertarik untuk
menjambret perhiasan yang di kenakan Lisa. Akhirnya perhiasan Lisa ludes
dirampas.
Pada
suatu hari, ada seorang direktur dari perusahaan listrik di Semarang yang
tertarik untuk membeli semangkuk bakso buatan Lisa dan Agus. Orang tersebut
bernama yudha. Yudha sangat suka bakso yang dibuat oleh Lisa dan Agus. Hampir
setiap hari Agus dan Lisa lewat kantornya dan dia membeli baksonya. Akhirnya Yudha
tertarik untuk membuatkan ruko untuk usaha bakso Lisa dan Agus.
Usaha
yang dibuatkan oleh Yudha ini sukses. Agus dan Lisa menghasilkan uang yang
banyak. Akhirnya agus dan Lisa dapat hidup dengan uang yang banyak setelah
membuka 30 cabang yang tersebar diseluruh Indonesia. Agus sangat berterimakasih
kepada Yudha yang telah memberinya jalan untuk sukses kembali. Takdir yang
telah mempertemukan keluarga Agus dengan Yudha. Dan akhirnya Rian dan Utha
taubat dan menggunakan uangnya dengan seperlu-perlunya dan tidak kembali ke
tempat maksiat.
‘Sebuah cerpen inspiratif untuk anak usia
8-15 tahun, dengan tujuan memberi pelajaran akan pentingnya bersyukur,
menggunakan rizqi dengan baik dan pentingnya berbagi melalui pendekatan naratif
dengan alur dan konflik yang absurd’
Oleh
Andritto Abdul Ghaffar
12A
Cerpen yang dibuat oleh tito cukup baik, dan kata - kata nya mudah untuk dipahami untuk anak - anak - Winona willy
ReplyDeleteCerita yang mendidik kita agar tidak berfoya-foya, sekaligus mendidik kita agar tidak mudah putus asa dan bekerja keras. Cerpen ini sangat baik untuk anak anak zaman sekarang. -Farhan Sandika S
ReplyDeleteCerita yang menyedihkan tetapi sarat akan moral dan pelajaran bagi kehidupan kita. Selalu bersyukur atas apa yang sudah kita dapat dan jangan lupa selalu berterima kasih kepada Tuhan YME. - Capt. Rio Harlan
ReplyDeleteAlurnya cukup absurd karena konfliknya naik-turun -Almas Asfirza
ReplyDeleteCeritanya mudah di mengerti, konfliknya juga tidak terduga - Tegara Hadinata
ReplyDeleteLuar biasa! Ceritanya pas untuk anak usia 8-15 tahun -Rafi Radifan
ReplyDeleteSeru seru seru.. Ceritanya aneh tapi bisa dinikmati -Keviano Bobby
ReplyDeleteCeritanya bagus dan kata-katanya cocok untuk anak-anak -Pasha Yusuf
ReplyDeleteCocok untuk dibaca para pemuda penikmat cerpen -Adiguna Palinrungi
ReplyDeleteKonfilknya absurd karena bertubu-tubi -Wima Wiputra
ReplyDeleteKonfliknya seru, tidak ada habisnya! -Ivan Putra
ReplyDeleteDapat menginspirasi pembaca -Mazebah Siahaan
ReplyDeleteKonfliknya membuat pembaca tidak bosan -Felula Desfealucy
ReplyDeleteCerita yang ditulis oleh tito menunjukan unsur absurd melalui plot ceritanya dan mudah dibaca -Citta Pramono
ReplyDeleteCeritanya sangat mudah dimengerti walaupun konfliknya banyak -Stanislaus Krisna
ReplyDelete