Wednesday, November 5, 2014

Cerpen Edukatif Untuk Anak

CVPD

Andri… Siapa yang nggak kenal dia? Dia dan kedua temannya, Andi dan Nadya. Tiga anak paling keren, paling pintar, dan paling terkenal di sekolah. Andri adalah anak dari seorang juragan jeruk paling kaya di kota Kendal. Sedangkan Andi dan Nadya adalah anak kembar dari rekan kerja ayah Andri. Ketiga anak ini sudah bersahabat sejak duduk di kelas 1 SD.
“Waduh masalah besar nih…” ujar Andri.
“Memang ada apa Ndri?” tanya Andi..
“Ladang ayahku kurang lebih sekitar setengah hektarnya terserang oleh penyakit CVPD”, jawab Andri.
“CVPD itu apa Ndri?”, Nadya bertanya-tanya.
“CVPD itu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Liberibacter asiaticus yang menyebabkan penurunan kualitas pada jeruk”, Andri memperjelas.

Setelah itu, mereka bertiga tiba-tiba memiliki ide yang sama. Mereka sepakat untuk menyelidiki penyakit CVPD yang menyerang ladang ayah Andri dan mencari solusi.

Andri berfikir untuk meminta bantuan kepada Pak Yanto, yaitu seorang ahli botani yang dia fikir dapat membantu untuk menyelidiki CVPD. Mereka pun langsung menuju ke kediaman Pak Yanto.

“Jadi begini Pak, lahan ayah saya terkena CVPD. Saya dan teman-teman berencana untuk menyelidikinya dan mencari solusinya Pak. Bapak bersedia membantu kita yaah? Yahh?” Andri memohon.
 “Bapak tentunya bersedia dong. Untuk kebaikan Andri dan Bapak juga senang membantu dan berbagi ilmu”, jawab Pak Yanto.

Setelah mendapat bantuan dari Pak Yanto, mereka langsung menuju ke lahan untuk mengecek kondisi dan mengambil sampel.

“Ini cukup buruk”, tanggap Pak Yanto.

Setelah mendapat sampel, mereka langsung menuju ke lab untuk menelitinya. Dengan menggunakan mikroskop mereka meneliti ke saluran vena floem pada tumbuhan jeruk yang terserang.
“Coba kalian lihat disini, yang bergerak-gerak itu adalah bakteri Liberibacter Asiaticus yang menyebabkan CVPD ini”, kata Pak Yanto sambil menunjukan hasil mikroskop.
“berarti kita harus memusnahkan bakteri ini. Tapi dengan apa?” Tanya Andi.
“Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah”, Pak Yanto memperjelas.
Mereka mencari solusi penyakit ini di Internet. Mereka pun mendapatkan 7 solusi untuk penyakit ini.

Yang pertama adalah pengadaan bibit jeruk bebas penyakit. Benih- benih jeruk mendapat pengawasan dari BPSB (Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih). Yang kedua dengan melakukan pengurangan populasi serangga vektor. Serangga vektor adalah serangga yang mempermudah penularan CVPD. Untuk menjaga tanaman dari serangga vektor dapat dilakukan penyemprotan pestisida. Yang ketiga penggunaan antibiotika oksitetrasiklin. Masa peroduktivitas tanaman yang terkena CVPD dapat diperpanjang dengan pemberian antibiotika oksitetrasiklin. Yang keempat dengan melakukan eradikasi. Tanaman yang terserang CVPD harus dimusnahkan melalui eradikasi. Yang kelima dengan melakukan karantina. Dalam rangka mencegah CVPD, telah dikeluarkan surat keputusan mentri pertanian nomor 129/kpts/um/3/1982 yang isinya melarang pengangkutan tanaman/bibit jeruk dari daerah endemic ke daerah bebas CVPD. Yang keenam dengan pengairan dan pemupukan. Terakhir dengan melakukan pemetaan daerah serangan CVPD.


“Nah langsung kita terapkan ini!”, ajak Andri.
“Mulai besok kita langsung terapkan!”, saut Andi.
“Terimakasih banyak Pak Yanto! Kami tidak bisa membalas kebaikan Bapak”, ujar mereka bertiga.
“Sama-sama anak-anak. Tidak perlu membalas, hanya mengamalkan yang telah saya ajarkan juga saya sudah sangat senang”, kata Pak Yanto sambil tersenyum haru.
Akhirnya mereka pun berhasil. Penelitian ini berhasil, dan CVPD di ladang ayah Andri tidak menyebar lagi. Mereka kembali ke sekolah dan belajar seperti biasa.
“Kembali ke rutinitas. Sekolah memang penting untuk ilmu. Jangan sampai kita salah mengamalkan ilmu yang diajarkan di sekolah. Kami tidak bisa menjadi seperti ini tanpa sekolah”, kata Andri sambil tersenyum bangga.

Cerpen edukatif untuk anak usia 10-15 tahun. Dengan tujuan memberi informasi yang berkaitan dengan biologi, melalui pendekatan naratif’
Oleh
Andritto Abdul Ghaffar
12A


15 comments:

  1. Cerpen yang sangat mendidik untuk anak-anak dan baik untuk diambil hikmahnya - Winona willy

    ReplyDelete
  2. Cerita yang sangat menginspirasi anak anak sekarang agar mengeksplor sesuatu yang baru. -Farhan Sandika S

    ReplyDelete
  3. Luar biasa! Sangat mendidik dan menginspirasi banyak orang, terutama di kalangan anak muda. Saya pun termotivasi untuk menjadi lebih baik setelah membaca cerpen ini. Fantastis! Luar Biasa! - Capt. Rio Harlan

    ReplyDelete
  4. Ceritanya sangat mendidik dan mudah di mengerti anak-anak -Almas Asfirza

    ReplyDelete
  5. Sangat informatif dan mendidik khususnya untuk anak-anak. Luar biasa! - Tegara Hadinata

    ReplyDelete
  6. Seru! Idenya unik dan tidak biasa -Rafi Radifan

    ReplyDelete
  7. Saya mau bacakan ini ke anak saya di masa depan nanti -Adiguna Palinrungi

    ReplyDelete
  8. Bagus dan sangat-sangat mendidik anak -Wima Wiputra

    ReplyDelete
  9. Keren! Jarang ada cerpen yang mendidik seperti ini -Ivan Putra

    ReplyDelete
  10. Cukup baik, mendidik dan mudah dimengerti -Mazebah Siahaan

    ReplyDelete
  11. Sangat mendidik dan seru! -Felula Desfealucy

    ReplyDelete
  12. Cerita yang ditulis oleh tito sangat mendidik dan cocok dengan target pembacanya. Pemilihan bahasa mudah dimengerti -Citta Pramono

    ReplyDelete
  13. Ceritanya seru dan membuat pernasaran - Stanislaus Krisna

    ReplyDelete