CVPD
Andri…
Siapa yang nggak kenal dia? Dia dan kedua temannya, Andi dan Nadya. Tiga anak
paling keren, paling pintar, dan paling terkenal di sekolah. Andri adalah anak
dari seorang juragan jeruk paling kaya di kota Kendal. Sedangkan Andi dan Nadya
adalah anak kembar dari rekan kerja ayah Andri. Ketiga anak ini sudah
bersahabat sejak duduk di kelas 1 SD.
“Waduh
masalah besar nih…” ujar Andri.
“Memang
ada apa Ndri?” tanya Andi..
“Ladang
ayahku kurang lebih sekitar setengah hektarnya terserang oleh penyakit CVPD”,
jawab Andri.
“CVPD
itu apa Ndri?”, Nadya bertanya-tanya.
“CVPD
itu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Liberibacter
asiaticus yang menyebabkan penurunan kualitas pada jeruk”, Andri
memperjelas.
Setelah
itu, mereka bertiga tiba-tiba memiliki ide yang sama. Mereka sepakat untuk
menyelidiki penyakit CVPD yang menyerang ladang ayah Andri dan mencari solusi.
Andri
berfikir untuk meminta bantuan kepada Pak Yanto, yaitu seorang ahli botani yang
dia fikir dapat membantu untuk menyelidiki CVPD. Mereka pun langsung menuju ke
kediaman Pak Yanto.
“Jadi
begini Pak, lahan ayah saya terkena CVPD. Saya dan teman-teman berencana untuk
menyelidikinya dan mencari solusinya Pak. Bapak bersedia membantu kita yaah?
Yahh?” Andri memohon.
“Bapak tentunya bersedia dong. Untuk kebaikan
Andri dan Bapak juga senang membantu dan berbagi ilmu”, jawab Pak Yanto.
Setelah
mendapat bantuan dari Pak Yanto, mereka langsung menuju ke lahan untuk mengecek
kondisi dan mengambil sampel.
“Ini
cukup buruk”, tanggap Pak Yanto.
Setelah
mendapat sampel, mereka langsung menuju ke lab untuk menelitinya. Dengan
menggunakan mikroskop mereka meneliti ke saluran vena floem pada tumbuhan jeruk yang terserang.
“Coba
kalian lihat disini, yang bergerak-gerak itu adalah bakteri Liberibacter Asiaticus yang menyebabkan
CVPD ini”, kata Pak Yanto sambil menunjukan hasil mikroskop.
“berarti
kita harus memusnahkan bakteri ini. Tapi dengan apa?” Tanya Andi.
“Penyakit
ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah”, Pak Yanto memperjelas.
Mereka
mencari solusi penyakit ini di Internet. Mereka pun mendapatkan 7 solusi untuk
penyakit ini.
Yang
pertama adalah pengadaan bibit jeruk bebas penyakit. Benih-
benih jeruk mendapat pengawasan dari BPSB (Badan Pengawasan dan Sertifikasi
Benih). Yang kedua dengan melakukan pengurangan populasi serangga vektor.
Serangga vektor adalah serangga yang mempermudah penularan CVPD. Untuk menjaga
tanaman dari serangga vektor dapat dilakukan penyemprotan pestisida. Yang
ketiga penggunaan antibiotika oksitetrasiklin. Masa peroduktivitas tanaman yang
terkena CVPD dapat diperpanjang dengan pemberian antibiotika oksitetrasiklin.
Yang keempat dengan melakukan eradikasi. Tanaman yang terserang CVPD harus
dimusnahkan melalui eradikasi. Yang kelima dengan melakukan karantina. Dalam
rangka mencegah CVPD, telah dikeluarkan surat keputusan mentri pertanian nomor
129/kpts/um/3/1982 yang isinya melarang pengangkutan tanaman/bibit jeruk dari
daerah endemic ke daerah bebas CVPD. Yang keenam dengan pengairan dan
pemupukan. Terakhir dengan melakukan pemetaan daerah serangan CVPD.
“Nah langsung kita terapkan ini!”,
ajak Andri.
“Mulai besok kita langsung terapkan!”,
saut Andi.
“Terimakasih
banyak Pak Yanto! Kami tidak bisa membalas kebaikan Bapak”, ujar mereka
bertiga.
“Sama-sama
anak-anak. Tidak perlu membalas, hanya mengamalkan yang telah saya ajarkan juga
saya sudah sangat senang”, kata Pak Yanto sambil tersenyum haru.
Akhirnya mereka pun berhasil.
Penelitian ini berhasil, dan CVPD di ladang ayah Andri tidak menyebar lagi.
Mereka kembali ke sekolah dan belajar seperti biasa.
“Kembali ke rutinitas. Sekolah memang
penting untuk ilmu. Jangan sampai kita salah mengamalkan ilmu yang diajarkan di
sekolah. Kami tidak bisa menjadi seperti ini tanpa sekolah”, kata Andri sambil
tersenyum bangga.
‘Cerpen
edukatif untuk anak usia 10-15 tahun. Dengan tujuan memberi informasi yang
berkaitan dengan biologi, melalui pendekatan naratif’
Oleh
Andritto
Abdul Ghaffar
12A
Cerpen yang sangat mendidik untuk anak-anak dan baik untuk diambil hikmahnya - Winona willy
ReplyDeleteCerita yang sangat menginspirasi anak anak sekarang agar mengeksplor sesuatu yang baru. -Farhan Sandika S
ReplyDeleteLuar biasa! Sangat mendidik dan menginspirasi banyak orang, terutama di kalangan anak muda. Saya pun termotivasi untuk menjadi lebih baik setelah membaca cerpen ini. Fantastis! Luar Biasa! - Capt. Rio Harlan
ReplyDeleteCeritanya sangat mendidik dan mudah di mengerti anak-anak -Almas Asfirza
ReplyDeleteSangat informatif dan mendidik khususnya untuk anak-anak. Luar biasa! - Tegara Hadinata
ReplyDeleteSeru! Idenya unik dan tidak biasa -Rafi Radifan
ReplyDeleteWow sangat-sangat mendidik -Keviano Bobby
ReplyDeleteCeritanya seru dan mendidik! -Pasha Yusuf
ReplyDeleteSaya mau bacakan ini ke anak saya di masa depan nanti -Adiguna Palinrungi
ReplyDeleteBagus dan sangat-sangat mendidik anak -Wima Wiputra
ReplyDeleteKeren! Jarang ada cerpen yang mendidik seperti ini -Ivan Putra
ReplyDeleteCukup baik, mendidik dan mudah dimengerti -Mazebah Siahaan
ReplyDeleteSangat mendidik dan seru! -Felula Desfealucy
ReplyDeleteCerita yang ditulis oleh tito sangat mendidik dan cocok dengan target pembacanya. Pemilihan bahasa mudah dimengerti -Citta Pramono
ReplyDeleteCeritanya seru dan membuat pernasaran - Stanislaus Krisna
ReplyDelete